Hadir di Tengah Malam, Cara Polsek Belitang II Beri Rasa Aman dari Ancaman Begal dan Pencurian

OKU TIMUR – Guna menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif dan memberikan rasa aman kepada masyarakat, personel Polsek Belitang II meningkatkan intensitas patroli pada jam-jam rawan kriminalitas. Pada Kamis (17/04/2026) dini hari, petugas menyisir area rawan di sepanjang jalan raya utama.

​Kegiatan patroli ini difokuskan pada antisipasi tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) serta aksi premanisme yang kerap memanfaatkan kelengahan warga di waktu istirahat.

Penyisiran di Jalur Lintas Desa

​Patroli yang dimulai pada pukul 20.43 WIB ini dipimpin langsung oleh Aipda Aan Afprianto bersama personel piket fungsi Polsek Belitang II. Petugas menyisir jalan raya Desa Kelirejo, Kecamatan Belitang II, yang merupakan salah satu jalur penghubung penting di wilayah tersebut.

​Dalam kegiatan ini, petugas melakukan pemantauan terhadap kendaraan yang melintas serta melakukan pemeriksaan di titik-titik yang dianggap gelap dan sepi.

Himbauan Keamanan

​Selain melakukan pengawasan mobilitas, Aipda Aan Afprianto dan tim juga sesekali berhenti untuk berdialog dengan warga yang masih terjaga atau petugas jaga malam di desa.

​”Kegiatan ini adalah bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, terutama pada waktu dini hari saat masyarakat sedang beristirahat. Kami ingin memastikan tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan untuk beraksi di wilayah Belitang II,” tegas Aipda Aan Afprianto.

Hasil Giat

​Hingga berakhirnya patroli, situasi di sepanjang jalan raya Desa Kelirejo dan sekitarnya terpantau:

  • Situasi Aman: Tidak ditemukan adanya aktivitas mencurigakan atau tindak kriminalitas.
  • Arus Lalu Lintas: Terpantau sepi namun tetap kondusif bagi pengendara logistik yang melintas.
  • Kamtibmas: Masyarakat merasa terbantu dengan kehadiran lampu biru (Blue Light Patrol) kepolisian di lapangan.

​Kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melapor melalui nomor darurat jika melihat hal-hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *